Dhammavihari Buddhist Studies
  2019-08-23 05:00:03
Kelas Pali (5): Lobhasutta dll -- Terjemahan bahasa Indonesia ada di bagian deskripsi.

Sukhī hontu, DBS mengadakan kelas Pali setiap hari Minggu dari jam 13.00 - 15.00. Rekaman ini merupakan bagian akhir dari kelas yang diadakan pada tanggal 18 Agustus 2019, setelah di bagian awal membahas Lesson 22 dari buku Pali Primer. Tujuan dari pembahasan analisis dan sekaligus menerjemahkan suttanta adalah untuk membuat para siswa akrab dengan struktur kalimat di kitab suci. Keakraban dengan struktur kalimat di kitab suci akan membuat mereka menjadi semakin mudah menerjemahkannya. Sutta yang dibahas kali ini adalah Lobha sutta yang berasal dari Khuddaka Nikaya. LOBHASUTTAṂ (KN 4.1) 1. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “ekadhammaṃ, bhikkhave, pajahatha; ahaṃ vo pāṭibhogo anāgāmitāya. katamaṃ ekadhammaṃ? lobhaṃ, bhikkhave, ekadhammaṃ pajahatha; ahaṃ vo pāṭibhogo anāgāmitāyā””ti. etamatthaṃ bhagavā avoca. tatthetaṃ iti vuccati — “yena lobhena luddhāse, sattā gacchanti duggatiṃ. taṃ lobhaṃ sammadaññāya, pajahanti vipassino. pahāya na punāyanti, imaṃ lokaṃ kudācanan””ti. ayampi attho vutto bhagavatā, iti me sutanti. paṭhamaṃ. Catatan: terjemahan di bawah ini mencantumkan revisi dari terjemahan yang disampaikan di video, yaitu: Revisi terjemahan untuk sutta pertama: yena lobhena luddhāse, sattā gacchanti duggatiṃ. taṃ lobhaṃ sammadaññāya; Revisi terjemahan sutta yang kedua: “yena dosena duṭṭhāse, sattā gacchanti duggatiṃ. taṃ dosaṃ sammadaññāya. Revisi terjemahan sutta yang ketiga: “yena mohena mūḷhāse, sattā gacchanti duggatiṃ. taṃ mohaṃ sammadaññāya. TERJEMAHAN: Ini benar-benar telah dikatakan oleh Begawan, dikatakan oleh seorang arahat. demikianlah didengar oleh saya—“wahai para bhikkhu, tinggalkanlah satu dhamma; saya adalah penjamin untuk status anāgāmi kalian. Yang manakah satu dhamma? Wahai para bhikkhu, kalian tinggalkanlah satu dhamma yaitu keserakahan; saya adalah penjamin untuk status anāgāmi kalian”. Begawan mengatakan pesan itu, Sehubungan dengan hal tersebut, ini dikatakan demikian — “Setelah memahami dengan baik keserakahan yang oleh karenanya makhluk serakah pergi ke tempat tujuan kelahiran yang buruk, mereka yang memiliki pandangan terang meninggalkannya. Setelah meninggalkannya, mereka tidak datang lagi ke dunia ini kapan pun”. Pesan ini pun dikatakan oleh Begawan, demikianlah didengar oleh saya. Sutta yang pertama. DOSASUTTAṂ 2. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “ekadhammaṃ, bhikkhave, pajahatha; ahaṃ vo pāṭibhogo anāgāmitāya. katamaṃ ekadhammaṃ? dosaṃ, bhikkhave, ekadhammaṃ pajahatha; ahaṃ vo pāṭibhogo anāgāmitāyā””ti. etamatthaṃ bhagavā avoca. tatthetaṃ iti vuccati — “yena dosena duṭṭhāse, sattā gacchanti duggatiṃ. taṃ dosaṃ sammadaññāya, pajahanti vipassino. pahāya na punāyanti, imaṃ lokaṃ kudācanan””ti. ayampi attho vutto bhagavatā, iti me sutanti. dutiyaṃ. TERJEMAHAN: Ini benar-benar telah dikatakan oleh Begawan, dikatakan oleh seorang arahat. demikianlah didengar oleh saya—“wahai para bhikkhu, tinggalkanlah satu dhamma; saya adalah penjamin untuk status anāgāmi kalian. Yang manakah satu dhamma? Wahai para bhikkhu, kalian tinggalkanlah satu dhamma yaitu kebencian; saya adalah penjamin untuk status anāgāmi kalian”. Begawan mengatakan pesan itu, Sehubungan dengan hal tersebut, ini dikatakan demikian — “Setelah memahami dengan baik kebencian yang oleh karenanya makhluk pemarah pergi ke tempat tujuan kelahiran yang buruk, mereka yang memiliki pandangan terang meninggalkannya. Setelah meninggalkannya, mereka tidak datang lagi ke dunia ini kapan pun”. Pesan ini pun dikatakan oleh Begawan, demikianlah didengar oleh saya. Sutta yang kedua. MOHASUTTAṂ 3. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “ekadhammaṃ, bhikkhave, pajahath