Dhammavihari Buddhist Studies
  2021-11-21 03:57:19
Kelompok Stanza tentang Batin (Cittavagga) 37-39

Saat sedang mengipasi seorang Thera, rahib laki-laki muda yang bernama Bhāgineyyasaṅgharakkhita dengan tidak sengaja memukul kepala Thera dengan kipas tersebut. Thera kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia tidak mampu memukul “istrinya” tetapi malah memukul dirinya, mendengar perkataan Thera tersebut, Saṅgharakkhita menjadi takut dan kabur, akhirnya ia dibawa untuk bertemu dengan #Buddha yang kemudian membabarkan ajaran yang tercatat sebagai stanza ke-37 dari #Dhammapada kepadanya. Di kelas ini #AshinKheminda menjelaskan makna kata demi kata Dhammapada kelompok stanza tentang batin (cittavagga) ke-37, 38 dan 39 hanya berdasarkan Pāḷi dan #kitab komentarnya (Aṭṭhakathā). Selamat menikmati. Informasi : • Pusat Informasi DBS • Telp/WA : 0813 8700 3600 www.dhammavihari.or.id Materi kelas bisa di unduh di sini: PERHATIAN! Apabila Anda ingin membagi (share) video/podcast dari Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies maka wajib mematuhi aturan-aturan sebagai berikut: Wajib mencantumkan link video/podcast asli di bagian deskripsi video. Tidak meṇngubah judul asli video/podcast. Tidak menyunting (editing) atau memotong video/podcast sehingga penonton tidak mendapatkan pemahaman yang utuh. Tidak di-monetize. Tidak mengubah video dalam bentuk audio. Tidak diperkenankan untuk mengunggah kembali (re-upload)/menyunting (editing) video-video/podcast-podcast dari Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies baik sebagian maupun menyeluruh dengan tujuan komersil. Silakan menyebarluaskan (share) video-video/podcast-podcast hanya melalui Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies. Terima Kasih. Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana Online yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 08.30 - 10.45. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat.