Dhammavihari Buddhist Studies
  2021-05-08 12:00:23
Berkah yang Tertinggi (Maha Mangala Sutta - 1) [PODCAST]

Jangan memindahkan guci abu jenazah, nanti akan dicari oleh rohnya! Dilarang mengecat rumah kalau ada yang sedang mengandung, nanti bayinya akan cacat! Dilarang keramas saat imlek, nanti keberuntungannya hilang! Anak-anak tidak boleh memakan kaki ayam, nanti tidak bisa menulis dengan baik! Hindari angka 4 dan 13 karena akan membawa sial! Pakailah amulet biar selamat dan dapat #menolakbala ! Larangan atau nasihat di atas sering kita dengar atau mungkin malah kita praktikkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, hanya dengan alasan bahwa sudah merupakan #tradisi atau #kepercayaan yang turun-temurun dan kadang “terbukti” dapat membawa keberuntungan atau keselamatan. Sebagai umat #Buddha, tentu kita selalu bertanya-tanya, apakah praktik-praktik kepercayaan tersebut sesuai dengan ajaran Buddha atau malah bertentangan? Apakah sebagai seorang penganut ajaran Buddha, kita diperbolehkan untuk mempertahankan tradisi-tradisi tersebut? Apa yang harus kita lakukan agar bisa mendapatkan kebahagian, keselamatan dan #berkah ? Demi untuk menghilangkan kebingungan-kebingungan tersebut, pada kelas Pariyatti Sāsana kali ini, Ashin Kheminda menguraikan pandangan Buddhisme tentang kepercayaan atau tradisi dengan berdasarkan referensi dari Sutta Pitaka. Beliau juga menjelaskan tentang apa yang disebut sebagai berkah menurut ajaran Buddha, apa saja dan bagaimana cara mempraktikkannya supaya mendapatkan keberuntungan di kehidupan ini. Ashin Kheminda menegaskan bahwa sesungguhnya 38 berkah di Maṅgala Sutta adalah azimat untuk umat manusia yang sesungguhnya karena azimat tersebut benar-benar akan membawa keselamatan dan keberuntungan. Pelajaran tentang berkah ini masih akan berlanjut di kelas Pariyatti Sāsana berikutnya. Selamat menikmati! Rekaman video https://youtu.be/JxqhN05JzgE Informasi : • Pusat Informasi DBS • Telp/WA : 0813 8700 3600 www.dhammavihari.or.id PERHATIAN! Apabila Anda ingin membagi (share) video/podcast dari Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies maka wajib mematuhi aturan-aturan sebagai berikut: Wajib mencantumkan link video/podcast asli di bagian deskripsi video. Tidak mengubah judul asli video/podcast. Tidak menyunting (editing) atau memotong video/podcast sehingga penonton tidak mendapatkan pemahaman yang utuh. Tidak di-monetize. Tidak mengubah video dalam bentuk audio. Tidak diperkenankan untuk mengunggah kembali (re-upload)/menyunting (editing) video-video/podcast-podcast dari Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies baik sebagian maupun menyeluruh dengan tujuan komersil. Silakan menyebarluaskan (share) video-video/podcast-podcast hanya melalui Kanal Youtube Dhammavihari Buddhist Studies. Terima Kasih.