Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar
  2022-09-25 02:56:57
PUJA BAKTI & CERAMAH DHAMMA bersama YM. Bhikkhu Pabhajayo, Minggu, 25/9/22 Pk. 09.00 WITA

Topik \"Subha Bertanya, Buddha Menjawab\" SUBHA SUTTA Sutta ini agak seperti keranjang karena di sini kita mendapatkan bahwa Subha, seorang pemuda pelajar brahma, bertanya kepada Sang Buddha mengenai sesuatu yang dia pikirkan tentang berbagai ajaran kaum brahmana-seperti man¬faat yang besar dari kehidupan berumah tangga dan kebalikannya manfaat yang sedikit dari kehidupan tanpa rumah tangga. Karena para brahmana (dan beberapa) adalah rohaniwan perumah tangga, orang tak memuji kehidupan tanpa berumah tangga. Seperti di dalam Canki Sutta [95], Sang Buddha menolak pelajaran dan praktik kaum brahmana yang tidak didasarkan pada pengetahuan dan pengelihatan (penembusan), tetapi hanya didasarkan pada akal dan spekulasi. Perumpamaan tentang sebarisan orang buta pun muncul, namun dalam hal ini Subha menjadi marah dan dengan ceroboh mencoba membuktikan bahwa tuntutan Sang Buddha akan penghormatan yang lebih tinggi daripada keadaan manusia' adalah salah. Sang Buddha dengan tenang menunjukkan di mana anggapan Subha salah dan mengapa mereka brahmana dibatasi oleh kekayaan dan kesenangan yang mereka miliki dan nikmati, sehingga mereka tidak dapat mengalami apa yang terdapat di atas lima ikatan nafsu indera. Inilah kasus yang meluas pada kebanyakan masyarakat dan selalu demikian. Subha mengemukakan lima faktor yang para brahmana mengajarkan melakukan kamma baik (jasa) dan Sang Buddha bertanya kepadanya di mana kelima faktor itu kebanyakan ditemukan, di antara perumah tangga atau Subha mengakui bahwa kelima faktor itu kebanyakan dilihat diantara para bhikkhu yang tidak berumah tangga, yang dengan demikian bertentangan dengan dalilnya semula. Setelah perdebatan itu, tampaknya Subha memiliki keyakinan terhadap Sang Buddha tentang jalan untuk mencapai kelompok (Dewa) Brahma. Sang Buddha menga¬jarkan kepadanya kediaman (Dewa) Brahma, dan setelah itu Subha datang berlin-dung kepada Tiga Permata dan memuji kebijaksanaan Sang Buddha kepada brahmana lain.