Dhammavihari Buddhist Studies
  2017-09-19 02:04:51
Pāramī (9): Cinta Kasih. (Tanya-jawab di 1:17:25)

Suatu kualitas batin yang ingin melihat makhluk lain berbahagia disebut sebagai mettā atau lebih dikenal sebagai cinta kasih. Di kelas Pariyatti Sāsana kali ini, Ashin Kheminda melanjutkan pembahasan tentang 10 kesempurnaan (pāramī), kali ini kesempurnaan yang dibahas adalah yang kesembilan yaitu mettā pāramī. Di kelas ini, beliau kembali menegaskan bahwa di dalam kehidupan ini tanamkan dan suburkanlah bunga-bunga di dalam hati kita, salah satunya adalah bunga cinta kasih ini. Cinta kasih adalah salah satu sifat dari mereka yang tinggal di alam brahma (brahmavihāra), Buddha mengatakan bahwa dari 31 alam kehidupan kita kemungkinan besar sudah pernah terlahir di alam brahma jadi kita sebenarnya sudah memiliki sifat-sifat brahma ini di batin kita tetapi kita lupa untuk memupuknya. Dengan demikian di kehidupan ini jangan sampai kita lupa menyuburkannya. Saat kita bertekad bulat (adhiṭṭhāna) untuk melakukan kebajikan bagi makhluk lain maka keberhasilan dari tekad ini juga ditentukan oleh cinta kasih kita. Karena hanya dengan adanya cinta kasih kita ingin melihat makhluk lain berbahagia. Mettā adalah cinta kasih tanpa syarat yang berfungsi untuk menyediakan diri demi makhluk lain, tetapi untuk kemajuan spiritual, kita juga perlu mengembangkan cinta kasih terhadap diri sendiri. Di kitab komentar, mettā diibaratkan seperti lem atau pegas. Bila hati kita penuh dengan cinta kasih, maka orang lain akan senang untuk melekat atau berdekatan dengan kita sehingga persahabatan dan hubungan menjadi baik dan tidak ada pertentangan. Dengan memancarkan mettā kepada orang lain maka orang lain juga akan membalas dengan memberikan cinta kasihnya kepada kita, ibarat pegas yang bila ditarik panjang akan memendek kembali bila dilepaskan. Buddha mengajarkan tentang tiga cara mengembangkan mettā, yaitu melalui tubuh, ucapan dan pikiran, juga tentang tiga jenis cinta kasih, dua diantaranya walaupun bukan jenis yang baik tetapi tetap merupakan benih untuk menumbuhkan jenis yang ketiga yaitu cinta kasih yang universal (mettā pema), selain itu Buddha juga membabarkan tentang sebelas manfaat dari Mettā yang tercatat di Mettāsutta (AN 11.15). Selamat menikmati! Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Materi kelas bisa di unduh disini: http://download.dhammavihari.or.id/SLIDE_PS_SEN4_K9_PARAMI9.pdf DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi Sekretariat Dhammavihari Buddhist Studies (DBS). Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.