Vihara Mahasampatti
  2019-09-25 05:47:02
SPD Day 25 (9 Mei 19)

SPD Day 25 (9 Mei 19) Pengembangan Indria Bagian 1 Oleh: B. Jayasilo Di dalam Indria Bhavana Sutta, sutta terakhir dalam Majjhima Nikaya ada dibahas mengenai pengembangan indria. Dikatakan bahwa seorang Brahmana yang memiliki pandangan salah mengenai pengembangan indria dengan tidak melihat, tidak mendengar, tidak mencium, tidak merasakan dan tidak menyentuh objek. Tetapi Sang Buddha menjelaskan bahwa orang-orang yang terkendali indrianya adalah orang yang kontak dengan objek namun tidak muncul kekotoran batin. Kontak hanya sekedar kontak, tidak lebih dari itu. Karena pada umumnya orang-orang mengambil tanda-tanda utama dan sekunder dari suatu kejadian kemudian memberi sebuah arti dan makna. Sang Buddha memberikan nasihat, melihat hanya sekedar melihat, mendengar hanya sekedar melihat, merasakan hanya sekedar merasakan, mengetahui hanya sekedar mengetahui. Karena pada umumnya kebiasaan manusia, ketika kontak dengan hal-hal di luar biasanya muncul perasaan senang, benci ataupun netral. Dari perasaan ini akan timbul persepsi yang memunculkan bentuk-bentuk pikiran. Ketika sudah menjadi bentuk pikiran akan menyebabkan munculnya obsesi. Dan di sinilah bahaya obsesi karena sulit untuk melepas. Kita terlalu menuruti keinginan, terlalu mengikuti perasaan. Ketika latihan meditasi, ingin tenang. Sayangnya orang lupa, tujuan meditasi bukan untuk tenang, tetapi bagaimana kita membersihkan batin. Meditasi adalah ketika kita mampu melihat dan mengetahui setiap saat, dan tidak terseret. Setelah melihat, menyentuh, atau apapun itu kemudian muncul perasaan, lalu timbul keinginan. Ketika semua ini bisa dilihat dengan jelas, itu tidak akan menjadi obsesi. Biasakanlah untuk berlatih meditasi. Bukan hanya berusaha untuk tenang saja, tetapi kita diharapkan untuk mampu melihat dan mengetahui setiap saat sebagaimana apa adanya. Maka dengan demikian kita akan terbiasa untuk menjaga indria kita.