Buddha Dhamma Indonesia
  2020-11-04 23:30:36
TEMUKAN DIRIMU LEBIH JAUH MELALUI MEDITASI

Meditasi saat ini sangat populer dipraktikkan tidak hanya di negara-negara Asia, tetapi juga di negara-negara Barat dan Eropa. Hal ini disebabkan karena meditasi terbukti dapat memberikan solusi bagi masalah-masalah mental, seperti kecemasan, ketakutan, stress atau pun depresi. Di negara-negara Barat maupun Eropa, praktik meditasi yang terbukti mampu mengatasi penyakit mental ini lebih dikenal dengan mindfulness meditation. Meditasi ini memiliki padanan dalam agama Buddha yang disebut sebagai meditasi dengan menekankan 'sati'. Sati sendiri berarti mindfulness atau perhatian. Sati atau perhatian dalam meditasi sangat penting untuk dimunculkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya, sati semaksimal mungkin dimunculkan di setiap momen, di setiap aktifitas yang dilakukan. Cara ini memberikan kesempatan bagi praktisi untuk lebih mengenal diri sendiri, untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya. Selama ini umumnya manusia hanya melihat ke luar, melihat objek-objek luar. Dampaknya, bahagia dan menderita diukur dari objek-objek luar. Saat menerima objek-objek yang menyenangkan, seseorang menjadi bahagia. Sebaliknya saat objek-objek luar tidak sesuai dengan seleranya, seseorang akan begitu menderita. Kebiasaan ini menjadikan seseorang untuk terus terombang-ambing oleh 'suka dan tidak suka'. Sati, di sisi lain, membawa seseorang untuk melihat ke dalam diri, melihat setiap gerak-gerak batin dan jasmani. Saat merespon objek-objek luar, perhatian membawa seseorang untuk tidak terseret dengan objek tersebut, melainkan akan membawa seseorang untuk melihat gejolak pikiran atau emosinya. Perhatian akan membawa seseorang untuk melihat, 'adakah kebencian atau keserakahan saat batin merespon objek luar? adakah kotoran batin saat ada respon dengan objek luar?\" Jika ternyata diketahui ada kotoran batin, seseorang dengan perhatian yang dikembangkan akan memiliki kesempatan untuk melenyapkan kotoran batin tersebut. Kebiasaan ini menjadikan seseorang untuk tidak terombang-ambing oleh objek-objek luar. Kebahagiaan dan penderitaan bagi orang demikian bukan karena objek luar, tetapi karena batinnya sendiri. Orang dengan praktik sati dalam meditasi bahkan mampu bersikap seimbang dan tenang walaupun harus kondisi luar dirinya tidak menyenangkan. Diskusi Dhamma kali ini diberikan dalam acara untuk Dhamma Talk yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Buddhis Dharmavangsa Universitas Diponegoro. Peserta yang hadir tidak hanya mahasiswa Buddhis, tetapi juga dari berbagai lintas agama. Untuk lebih jelasnya, simak video berikut.